Polda Jateng-Kota Semarang | Keberhasilan pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H dan masa libur Lebaran 2026 di Jawa Tengah tidak lepas dari kuatnya sinergi antara Polri dan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga kalangan akademisi.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Gedung FISIP UIN Walisongo, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026), usai kunjungan Dirbinmas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Siti Rondhijah, beserta jajaran.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Imam Yahya, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Polda Jawa Tengah dan seluruh jajarannya dalam mengawal rangkaian ibadah Ramadan hingga Idulfitri.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Jawa Tengah dan jajaran yang telah mengawal Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sehingga seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan libur Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menilai pelayanan yang diberikan selama Operasi Ketupat Candi 2026 mampu menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
“Kami dari FKUB sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan. Situasi di Jawa Tengah juga sangat kondusif tanpa adanya keributan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga sinergitas antara Polri, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dinamika ke depan.
“Kami berharap Polri bersama FKUB dan seluruh lapisan masyarakat terus bersinergi untuk menjaga kondusifitas wilayah serta mendukung kebijakan pemerintah,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Tengah, Prof. Ahmad Rofiq, menyampaikan rasa syukur atas terciptanya suasana aman dan nyaman bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah.
“Kami dari Dewan Masjid Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah dan jajarannya. Umat Muslim di Jawa Tengah dapat menjalankan ibadah puasa, Salat Idulfitri, serta melaksanakan mudik dan balik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari koordinasi lintas sektoral yang berjalan dengan baik selama masa pengamanan Lebaran.
Ke depan, pihaknya juga mendorong penguatan kerja sama melalui pendekatan humanis yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya melalui peran masjid.
“Kami berharap Polda Jawa Tengah dan Dewan Masjid Indonesia dapat terus menjalin sinergi melalui pendekatan humanis seperti Da’i Kamtibmas dan kegiatan lainnya di masjid, karena masjid merupakan bagian penting dari aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2026 merupakan buah dari kerja sama seluruh pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Artanto di Mapolda Jateng.
Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Sinergitas dengan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan institusi pendidikan menjadi kekuatan utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.





