Home / Blog / Cegah Kenakalan Remaja, Polisi Bekali 600 Siswa SMK Kristen Pedan dengan 3 Cerdas

Cegah Kenakalan Remaja, Polisi Bekali 600 Siswa SMK Kristen Pedan dengan 3 Cerdas

Klaten — Sebanyak 600 siswa SMK Kristen Pedan, Klaten, mendapat pembinaan dan penyuluhan dari Polsek Pedan terkait bahaya narkoba dan minuman keras (miras), kenakalan remaja, tawuran, pergaulan bebas, knalpot brong hingga penggunaan media sosial secara bijak. Kegiatan tersebut digelar di halaman SMK Kristen Pedan, Jumat (2/10/2026).

Kapolsek Pedan AKP Nyoto, S.H., M.H., didampingi Kanit Binmas Aipda Suwandi, S.H., memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu membentengi diri dari berbagai perilaku negatif. Penyuluhan juga diarahkan untuk membangun karakter siswa agar mampu meraih prestasi dan mempersiapkan masa depan.

Dalam penyuluhan tersebut, AKP Nyoto memperkenalkan konsep “3 Cerdas”, yakni cerdas religius, cerdas sosial, dan cerdas akademis. Ketiga aspek tersebut dinilai penting sebagai bekal siswa dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Cerdas religius, kata Nyoto, diwujudkan dengan memahami dan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Keimanan yang kuat diharapkan menjadi salah satu benteng bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh berbagai hal negatif.

Sementara cerdas sosial berkaitan dengan kemampuan siswa menjaga diri dalam pergaulan. Para siswa diingatkan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan miras, tawuran, geng atau gerombolan, pergaulan bebas, penggunaan knalpot brong, serta perilaku negatif di media sosial.

Adapun cerdas akademis diarahkan agar para siswa serius mengikuti proses belajar sesuai jurusan masing-masing. Dengan menguasai ilmu dan keterampilan yang dipelajari, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

AKP Nyoto juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk memberikan edukasi secara langsung kepada para pelajar. Menurutnya, pembinaan generasi muda membutuhkan kerja sama antara kepolisian, sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Terima kasih kepada pihak SMK Kristen Pedan yang telah memberikan waktu kepada kami dari Polsek Pedan untuk bersama-sama memberikan edukasi dan pemahaman kepada para murid agar bisa menjadi generasi muda yang tidak terjebak dalam kegiatan negatif dan siap menyongsong masa depannya dengan gemilang,” kata AKP Nyoto.

Ia menambahkan, Polsek Pedan terbuka untuk terus berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Pedan dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Para siswa juga dipersilakan berkonsultasi apabila menghadapi persoalan pribadi.

“Kami selalu siap berkolaborasi dalam pembinaan generasi muda melalui sekolah-sekolah yang ada di wilayah Pedan, Kabupaten Klaten. Jika ada permasalahan pribadi, para murid juga boleh curhat atau mencari solusi bersama dengan Kapolsek, jangan dipendam sendiri dan mencari jalan pintas lainnya,” lanjutnya.

Kepala SMK Kristen Pedan, Retno Widyaastuti, S.Pd., mengapresiasi kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang diberikan Polsek Pedan. Menurutnya, edukasi tersebut dapat membantu siswa memahami pentingnya memilih lingkungan dan aktivitas positif.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek Pedan beserta tim yang telah memberikan edukasi dan motivasi yang sangat baik kepada murid-murid kami. Kami yakin kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini dapat membantu murid menemukan jati dirinya dengan memilih jalan positif atau melalui prestasi sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki,” ujar Retno.

Pihak sekolah, lanjut Retno, berkomitmen menjalin kolaborasi dengan kepolisian dalam membangun kedisiplinan dan karakter peserta didik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.

“Kami terus berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam menanamkan dan membentuk kedisiplinan serta karakter murid-murid kami agar menjadi lebih baik dan sukses dalam menghadapi masa depan mereka,” pungkasnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa tersebut berlangsung aman, lancar dan kondusif. Pembinaan semacam ini menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami risiko berbagai perilaku negatif sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi melalui kegiatan yang positif dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *