KLATEN – Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas dapat ditanamkan melalui langkah sederhana yang menyentuh hati. Hal itu tercermin dalam kegiatan Kapolresta Klaten Kombes Pol. Ari Cahya Nugraha, S.H., S.I.K., M.Si., yang menyapa para siswa sekaligus membagikan susu dan cokelat gratis di SD Negeri 1 Klaten, Kamis (29/10/2026). Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan anak-anak sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 hingga 06.50 WIB itu dilaksanakan di SD Negeri 1 Klaten, Jalan Pemuda Nomor 210, Kelurahan Pondok, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Kehadiran Kapolresta di tengah para siswa menghadirkan suasana hangat dan penuh keakraban. Lebih dari sekadar berbagi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan pesan keselamatan melalui interaksi yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Pembentukan budaya tertib berlalu lintas perlu dimulai sejak usia dini, ketika nilai kedisiplinan dan kepedulian mulai tumbuh. Anak-anak perlu dikenalkan pada aturan dasar di jalan raya, pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan, serta kebiasaan menjaga diri selama perjalanan. Peran keluarga juga menjadi bagian penting, terutama dalam memberikan teladan dan memastikan anak-anak berangkat maupun pulang sekolah dengan aman.
Kasi Humas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa edukasi kepada anak-anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan menyenangkan. Melalui kegiatan sederhana yang membangun kedekatan emosional, pesan tentang keselamatan diharapkan lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Kesadaran tertib berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa keselamatan merupakan hal utama di jalan raya. Melalui pendekatan humanis dan edukasi yang berkelanjutan, kami berharap tumbuh generasi yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan,” ujar AKP Edi Nugroho.
Upaya tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 yang mengedepankan peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Edukasi dan pendekatan persuasif menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bahwa mematuhi aturan bukan semata-mata demi menghindari pelanggaran, melainkan bentuk tanggung jawab dalam melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Klaten terus mendorong tumbuhnya budaya keselamatan yang berawal dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga kehidupan bermasyarakat. Sebab, ketertiban di jalan raya tidak hanya dibangun melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui kepedulian, keteladanan, dan kesadaran yang ditanamkan sejak dini demi masa depan generasi yang lebih aman.




