Pengamanan ketat dilakukan Polres Klaten dalam kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) siswa PSHT P16 Cabang Klaten yang digelar di Lapangan Desa Kalangan, Kecamatan Pedan. Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan terpadu yang disiapkan aparat kepolisian, Minggu (5/4/2026).
Sebanyak 677 siswa PSHT dari 21 ranting dan 1 komisariat mengikuti kegiatan tersebut, didampingi sekitar 500 warga pendamping serta puluhan tim penguji. Dengan jumlah massa yang cukup besar, Polres Klaten menyiapkan pengamanan maksimal guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, terutama saat kegiatan longmarch dan mobilisasi peserta.
Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan melibatkan 276 personel gabungan Polres Klaten dan Polsek jajaran. Selain itu, aparat juga melakukan pengawalan terhadap peserta, baik saat keberangkatan menuju lokasi maupun saat kepulangan, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kasihumas Polres Klaten menjelaskan bahwa pengamanan difokuskan pada titik-titik rawan keramaian, termasuk jalur yang dilalui peserta saat longmarch. Selain itu, pengaturan lalu lintas dan patroli di sekitar lokasi juga ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Ia menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar kegiatan berjalan dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan melibatkan ratusan personel, serta dilakukan pengawalan terhadap peserta guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.” Kasihumas Polres Klaten.
Selain pengamanan fisik, aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada peserta untuk menjaga ketertiban, terutama saat berkendara dan tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu masyarakat. Penekanan juga diberikan agar peserta tidak menggunakan kendaraan dengan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.
Langkah preventif tersebut dinilai efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan, mengingat kegiatan melibatkan peserta dalam jumlah besar dari berbagai wilayah di Kabupaten Klaten.
Kasihumas menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, panitia, dan peserta menjadi kunci keberhasilan pengamanan kegiatan tersebut. Hingga seluruh rangkaian UKT selesai, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang dapat mengganggu situasi kamtibmas.
“Selama pelaksanaan kegiatan UKT, situasi tetap aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol, hal ini berkat sinergi seluruh pihak serta kesadaran peserta dalam menjaga ketertiban.” Kasihumas Polres Klaten.




