Home / Blog / Sehat Sekaligus Produktif, Puluhan Anggota DWP Jateng Belajar Racik Minuman Herbal Mandiri

Sehat Sekaligus Produktif, Puluhan Anggota DWP Jateng Belajar Racik Minuman Herbal Mandiri

SEMARANG – Suasana Aula Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026) pagi, tampak berbeda. Aroma jahe dan sereh yang direndam dengan air hangat terasa begitu kuat.

Bukan rapat atau diskusi formal, puluhan anggota DWP Jateng tampak serius meracik rempah-rempah menjadi minuman herbal, dalam kegiatan Workshop Pemberdayaan Ekonomi Perempuan.

Di atas meja, aneka bahan alami tersaji rapi: jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, sereh, gula batu, dan jeruk lemon. Dengan penuh kehati-hatian, mereka meramunya ke dalam gelas. Air panas kemudian dituangkan perlahan, menghasilkan minuman herbal siap konsumsi dengan warna alami yang menggoda.

Pelatihan itu menghadirkan Lilis Syarifah, pemilik Usaha Dagang (UD) Barokah Ungaran, yang berpengalaman memproduksi aneka minuman tradisional. Pada kesempatan itu, peserta belajar membuat dua jenis minuman tradisional siap konsumsi, yakni lemon grass dan wedang kolesterol.

Kegiatan ini tidak sekadar praktik memasak minuman tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha. Dengan tubuh yang sehat, produktivitas meningkat dan ketahanan keluarga pun lebih terjaga.

Ketua DWP Provinsi Jateng, Indah Sumarno menyampaikan, pelatihan membuat minuman herbal dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang aplikatif bagi para anggota.

“Kegiatan pagi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah tanaman obat keluarga atau rempah-rempah menjadi produk minuman modern yang higienis, enak, berkhasiat, dan memiliki daya saing pasar,” ujarnya dalam sambutannya.

Menurut Indah, potensi rempah-rempah yang selama ini tersedia di dapur rumah tangga perlu dimaksimalkan, agar memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Terlebih, kata dia, tren minuman herbal saat ini terus meningkat di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang mulai peduli pada gaya hidup sehat.

“Ketertarikan anak-anak muda itu sudah mengarah ke minuman herbal, karena sebelumnya kan banyak yang minuman tinggi gula, ternyata berdampak buruk untuk kesehatan,” imbuhnya.

Lebih dari itu, Indah mendorong anggota DWP Jateng untuk berani mengembangkan usaha berbasis minuman herbal, karena cukup menjanjikan jika dikelola secara serius.

“Minuman herbal ini jadi peluang. Kami rasa bisa menjadi satu peluang bisnis yang lumayan jika dikembangkan,” ungkap istri Sekda Jateng tersebut.

Di sisi lain, dia berharap materi pelatihan pada hari ini dapat diaplikasikan di rumah masing-masing, untuk menjaga kesehatan anggota keluarga, dengan mengonsumsi minuman herbal secara rutin.

“Jadi tidak sekadar menghilangkan haus, tapi juga memunyai dampak yang positif untuk kesehatan kita,” pungkas Indah. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *